Mahfud menyoroti beberapa sektor yang dinilai masih membutuhkan perhatian, di antaranya pelayanan kesehatan melalui pengembalian status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, serta persoalan pertanian seperti jaringan irigasi dan ketersediaan pupuk bersubsidi.
Ia berharap berbagai catatan tersebut dapat menjadi prioritas dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan sehingga kesejahteraan masyarakat tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan secara nyata di seluruh wilayah Kabupaten Kendal.
"Kami berharap status UHC Prioritas dapat diraih kembali, persoalan irigasi segera dituntaskan, dan kebutuhan pupuk bersubsidi benar-benar terpenuhi. Keberhasilan pembangunan akan bermakna jika manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Kendal," pungkasnya.