Jejak tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kendal pada masa itu telah memiliki mobilitas pendidikan yang cukup luas, meskipun aksesnya belum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Perempuan dan Perjuangan Pendidikan
Peran perempuan juga menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan Kendal. Pada masa awal Republik Indonesia, organisasi perempuan turut mengambil peran dalam memperluas akses pendidikan masyarakat.
Salah satu bukti yang ditampilkan adalah foto Perwari Kendal dengan tulisan 17-I-50 hingga 17-I-51.
Dokumentasi tersebut menjadi jejak aktivitas organisasi perempuan dalam pemberantasan buta huruf, penyelenggaraan sekolah kepandaian puteri, hingga taman kanak-kanak.
"Perkembangan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat, termasuk organisasi perempuan yang ikut mengambil bagian dalam pemberantasan buta huruf dan penyelenggaraan pendidikan," terang Syamsul.
Baca Juga: Kamis 17 September 2026, Cek Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS dan Galeri 24
Setelah Indonesia merdeka, sistem pendidikan kolonial secara bertahap mengalami perubahan.
Sekolah-sekolah peninggalan kolonial kemudian bertransformasi menjadi Sekolah Rakyat.
Sejumlah sekolah dasar di Kendal saat ini diketahui memiliki akar sejarah dari Sekolah Rakyat, salah satunya di wilayah Penaruban.
Bahkan di Weleri, pada 1954 tercatat pernah berdiri sekolah pertanian negeri.