"Bangunan-bangunan bersejarah merupakan bagian dari identitas dan perjalanan daerah. Karena itu, keberadaannya perlu dirawat dan dijaga agar generasi berikutnya masih bisa melihat dan memahami jejak sejarah Kendal," katanya.
Lima Jalur Sejarah Pendidikan Kendal
Sementara itu, Syamsul Maarif memaparkan bahwa sejarah pendidikan di Kendal dapat ditelusuri melalui sedikitnya lima jalur.
Kelima jalur tersebut meliputi pendidikan Islam tradisional, sekolah kolonial, perkembangan pendidikan di Boja, peran organisasi perempuan, serta transisi menuju Sekolah Rakyat.
Jauh sebelum sekolah modern berkembang, masyarakat Kendal telah mengenal pendidikan melalui langgar, masjid, pesantren, hingga lingkungan keluarga.
Salah satu jejak pendidikan Islam tertua yang disebut dalam diskusi adalah Pesantren An-Nur Kersan, Pegandon, yang didirikan Kiai Ahmad Noer sekitar 1884.
"Kalau kita melihat sejarah pendidikan Kendal, jangan hanya melihat sekolah formal. Pendidikan masyarakat pada masa itu juga berlangsung melalui langgar, masjid, pesantren dan keluarga," jelas Syamsul.
Baca Juga: Membangun Budaya Kolaborasi Sekolah melalui Pemanfaatan Komunitas Belajar di PAUD
Jejak pendidikan formal pada masa kolonial juga tercatat dalam sejumlah dokumen dan surat kabar lama.
Salah satunya Algemeen Verslag van den Staat van het Onderwijs tahun 1876 yang mencatat pembukaan sekolah di Kendal pada 11 Juli 1876 dengan jumlah 27 murid.
Catatan tersebut diperkuat oleh pemberitaan Bataviaasch Handelsblad pada 13 Oktober 1877 yang menyebut Kendal Openbare Lagere School.
Sementara itu, surat kabar De Locomotief edisi 8 September 1865 juga mencatat keberadaan Subcommissie Onderwijs yang mencakup wilayah Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan.
Jejak Pendidikan hingga Boja
Perkembangan pendidikan ternyata tidak hanya berlangsung di pusat Kota Kendal. Di wilayah Boja, misalnya, ditemukan jejak keberadaan Middelbare School pada 1916.
Dari perkembangan pendidikan tersebut kemudian lahir sejumlah tokoh yang memiliki perjalanan pendidikan hingga ke luar negeri. Salah satunya M. Ichsan yang kemudian menjadi Wali Kota Semarang.
Baca Juga: Barcelona Pesta 7 Gol ke Gawang Racing Santander, Raphinha Jadi Bintang
Ia disebut melanjutkan pendidikan ke HBS Semarang dan kemudian ke Belanda, pada masa yang berbarengan dengan tokoh pergerakan nasional Mohammad Hatta.
Artikel Terkait
Harga LPG 3 Kg di Kendal Bisa Rp26 Ribu, Pengecer Disorot: Ada Masalah di Rantai Distribusi?
Di Balik Julukan Kota Santri, Ada Jejak Gelap Masa Lalu Kaliwungu yang Dibongkar Lewat Buku Ini
Pengawalan Diperkuat, 7 Warga Binaan Lapas Kendal Digeser ke Plantungan
Sidang Perdana Roy Suryo Digelar 17 September 2026, Dakwaan Mulai Dibacakan
Kamis 17 September 2026, Cek Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS dan Galeri 24
Belanjaan Raib di Parkiran, CCTV Ungkap Gerak-gerik Wanita Berbaju Kotak-kotak
Barcelona Pesta 7 Gol ke Gawang Racing Santander, Raphinha Jadi Bintang
Membangun Budaya Kolaborasi Sekolah melalui Pemanfaatan Komunitas Belajar di PAUD
Kenapa Niat Tidur Cepat Malah Berakhir Scroll Sampai Tengah Malam? Ini Penyebabnya
Cara Cek Desil NIK Bansos 2026 Online Lewat HP, Begini Langkah Mudahnya