• Selasa, 22 September 2026

Menelusuri Jejak Pendidikan Kendal, dari Pesantren hingga Sekolah Rakyat

Photo Author
Irsyad Akil, InspiratifOnline.com
- Jumat, 18 September 2026 | 09:58 WIB
Pemateri Syamsul Maarif menyampaikan materi tentang sejarah pendidikan di Kendal di hadapan peserta, didampingi moderator Dewi Prihartini Maghfiroh dalam Gelar Wicara Sejarah Pendidikan di Kendal. (inspiratifonline.com/dok. Emma Wijayanti)
Pemateri Syamsul Maarif menyampaikan materi tentang sejarah pendidikan di Kendal di hadapan peserta, didampingi moderator Dewi Prihartini Maghfiroh dalam Gelar Wicara Sejarah Pendidikan di Kendal. (inspiratifonline.com/dok. Emma Wijayanti)

"Bangunan-bangunan bersejarah merupakan bagian dari identitas dan perjalanan daerah. Karena itu, keberadaannya perlu dirawat dan dijaga agar generasi berikutnya masih bisa melihat dan memahami jejak sejarah Kendal," katanya.

Lima Jalur Sejarah Pendidikan Kendal

Sementara itu, Syamsul Maarif memaparkan bahwa sejarah pendidikan di Kendal dapat ditelusuri melalui sedikitnya lima jalur.

Kelima jalur tersebut meliputi pendidikan Islam tradisional, sekolah kolonial, perkembangan pendidikan di Boja, peran organisasi perempuan, serta transisi menuju Sekolah Rakyat.

Jauh sebelum sekolah modern berkembang, masyarakat Kendal telah mengenal pendidikan melalui langgar, masjid, pesantren, hingga lingkungan keluarga.

Salah satu jejak pendidikan Islam tertua yang disebut dalam diskusi adalah Pesantren An-Nur Kersan, Pegandon, yang didirikan Kiai Ahmad Noer sekitar 1884.

"Kalau kita melihat sejarah pendidikan Kendal, jangan hanya melihat sekolah formal. Pendidikan masyarakat pada masa itu juga berlangsung melalui langgar, masjid, pesantren dan keluarga," jelas Syamsul.

Baca Juga: Membangun Budaya Kolaborasi Sekolah melalui Pemanfaatan Komunitas Belajar di PAUD

Jejak pendidikan formal pada masa kolonial juga tercatat dalam sejumlah dokumen dan surat kabar lama.

Salah satunya Algemeen Verslag van den Staat van het Onderwijs tahun 1876 yang mencatat pembukaan sekolah di Kendal pada 11 Juli 1876 dengan jumlah 27 murid.

Catatan tersebut diperkuat oleh pemberitaan Bataviaasch Handelsblad pada 13 Oktober 1877 yang menyebut Kendal Openbare Lagere School.

Sementara itu, surat kabar De Locomotief edisi 8 September 1865 juga mencatat keberadaan Subcommissie Onderwijs yang mencakup wilayah Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan.

Jejak Pendidikan hingga Boja

Perkembangan pendidikan ternyata tidak hanya berlangsung di pusat Kota Kendal. Di wilayah Boja, misalnya, ditemukan jejak keberadaan Middelbare School pada 1916.

Dari perkembangan pendidikan tersebut kemudian lahir sejumlah tokoh yang memiliki perjalanan pendidikan hingga ke luar negeri. Salah satunya M. Ichsan yang kemudian menjadi Wali Kota Semarang.

Baca Juga: Barcelona Pesta 7 Gol ke Gawang Racing Santander, Raphinha Jadi Bintang

Ia disebut melanjutkan pendidikan ke HBS Semarang dan kemudian ke Belanda, pada masa yang berbarengan dengan tokoh pergerakan nasional Mohammad Hatta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Irsyad Akil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X