KENDAL, inspiratifonline.com – Tempe yang selama ini akrab menjadi menu sehari-hari di meja makan, di tangan perempuan Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kendal, mulai dilirik sebagai peluang usaha.
Sebanyak 50 perempuan mengikuti pelatihan pengolahan tempe di Balai Desa Bulugede, Kamis (17/9/2026).
Mereka belajar mengolah tempe menjadi keripik tempe sagu, sekaligus mendapatkan pengetahuan untuk mengembangkan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Perempuan Berkarya, Ekonomi Berdaya, Keluarga Sejahtera” yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah.
Pesertanya berasal dari berbagai kelompok, mulai dari perempuan kepala keluarga, perempuan penggerak kelompok, hingga perempuan generasi milenial.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Pendidikan Kendal, dari Pesantren hingga Sekolah Rakyat
Bagi sebagian peserta, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan mengisi waktu.
Keterampilan baru yang diperoleh diharapkan bisa menjadi bekal untuk membuka usaha dari rumah dan ikut membantu menopang kebutuhan keluarga.
Salah satu peserta, Rini, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan tersebut.
Ia mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah dipraktikkan.
“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini. Saya mendapatkan skill baru, pengetahuan, dan inovasi yang bisa dikembangkan untuk kegiatan usaha,” ungkap Rini.
Baca Juga: Cara Cek Desil NIK Bansos 2026 Online Lewat HP, Begini Langkah Mudahnya
Ketua panitia kegiatan, Sutji Wuryandari, mengatakan pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya mengetahui cara mengolah bahan pangan, tetapi juga memahami bahwa potensi sederhana di sekitar mereka dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Tujuan kegiatan ini yang pertama meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kedua, meningkatkan kemampuan pengelolaan tempe menjadi makanan yang berdaya saing, bercita rasa, serta bernilai lebih. Ketiga, memotivasi para perempuan untuk menjadi wirausahawan,” kata Sutji.