"Kami berharap masyarakat meningkatkan kesadaran. Sungai ini sudah lama dikeluhkan. Walaupun rutin dibersihkan, kalau perilakunya belum berubah, ya akan begini terus,” katanya.
Bupati juga memastikan program jangka panjang sudah disiapkan. Pemkab berkoordinasi dengan Pusdataru untuk pemasangan penghalang sampah di titik-titik rawan, sekaligus merencanakan normalisasi sungai pada 2026 setelah bertahun-tahun tidak dilakukan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris, mengakui kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
"Itu jantung kota, depan masjid, samping alun-alun. Begitu laporan masuk, langsung kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sampah yang menumpuk terdiri atas sampah organik dan nonorganik berukuran besar.
“Kasur, bantal, kursi, sofa menumpuk di situ. Makanya DPUPR, DLH, BPBD, semua turun bersama untuk membersihkan,” ujarnya.***