• Selasa, 22 September 2026

Gen Z, Apatisme, dan Demokrasi yang Kehilangan Daya Tarik

Photo Author
Danang Afi, InspiratifOnline.com
- Selasa, 13 Januari 2026 | 03:45 WIB


Opini, Inspiratifonline.com - Dalam setiap pesta demokrasi, Generasi Z yakni mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012 hampir selalu tampil sebagai primadona statistik. Jumlahnya puluhan juta. Secara matematis, suara mereka berpotensi menentukan arah bangsa.





Namun di balik angka-angka itu, muncul narasi yang terus diulang: Gen Z dianggap apolitis, tidak peduli, dan lebih sibuk mengurus estetika media sosial ketimbang urusan kebijakan publik.





Pertanyaannya sederhana namun penting. Benarkah Gen Z tidak peduli, atau justru mereka sedang menyampaikan bentuk protes paling sunyi terhadap sistem politik yang tak lagi mereka percayai?





Paradoks Partisipasi: Aktif Digital, Pasif di TPS





Jika politik didefinisikan secara konvensional sebagai keanggotaan partai, kampanye lapangan, atau rapat struktural, Gen Z memang terlihat menjauh. Politik dipersepsikan sebagai dunia orang tua: kaku, penuh jargon, dan didominasi wajah-wajah lama yang tak pernah benar-benar berganti.





Namun definisi itu sudah usang.





Ketika politik dipahami sebagai kepedulian terhadap isu sosial, lanskapnya berubah total. Gen Z justru sangat vokal soal krisis iklim, kesehatan mental, hak asasi manusia, hingga ketimpangan ekonomi yang bersifat sistemik. Mereka menggerakkan petisi digital, penggalangan dana daring, dan kampanye kesadaran di media sosial.





Masalahnya bukan pada isu. Masalahnya ada pada institusi.


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Danang Afi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB
X