• Selasa, 22 September 2026

Gen Z, Apatisme, dan Demokrasi yang Kehilangan Daya Tarik

Photo Author
Danang Afi, InspiratifOnline.com
- Selasa, 13 Januari 2026 | 03:45 WIB



Baca Juga: Amerika Serikat: Di Tengah Bayang Dunia dan Pax Judaica





Mengapa Gen Z Menjauh dari Politik Formal





Ada beberapa faktor struktural yang menjelaskan renggangnya hubungan Gen Z dengan politik formal di Indonesia.





Pertama, krisis kepercayaan. Korupsi yang berulang dan janji kampanye yang jarang terealisasi melahirkan sinisme. Bagi banyak anak muda, siapapun yang menang pemilu, realitas hidup tetap sama: biaya hidup naik, lapangan kerja sempit, dan kepemilikan rumah terasa mustahil.





Kedua, komunikasi politik yang kaku dan usang. Bahasa politisi sering formal, menggurui, dan lambat. Di era TikTok dan Instagram yang serba singkat dan visual, narasi politik terasa seperti kaset rusak yang diputar berulang.





Ketiga, polarisasi yang toksik. Sejak beberapa pemilu terakhir, politik berubah menjadi arena pertengkaran permanen. Bagi Gen Z yang sangat menghargai kesehatan mental, tarik-ulur konflik ideologis yang agresif terasa melelahkan dan tidak produktif.





Keempat, krisis representasi. Gen Z jarang melihat dirinya terwakili secara substantif dalam kepemimpinan politik. Kebijakan sering dirumuskan tanpa melibatkan perspektif anak muda, membuat politik terasa sebagai sesuatu yang terjadi pada mereka, bukan oleh mereka.





Baca Juga: Ancaman Tersembunyi “Cyber Algorithma” pada Negeri Ini





Bahaya Apatisme yang Diremehkan





Apatisme politik bukan tanpa konsekuensi. Ketika mayoritas anak muda memilih golput atau bersikap masa bodoh, ruang pengambilan keputusan akan terus didominasi kepentingan generasi lama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Danang Afi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Negara Bukan Orang Kaya yang Sedang Berbaik Hati

Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Sungkeman : Bid’ah Cinta Dari Jawa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:41 WIB

Negara Kononasu; Pajak dan Bala Pungutannya

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:57 WIB

Suara Perempuan: Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 03:18 WIB

Seduhtama Sawah Jati: Sunyi yang Berbunyi

Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:25 WIB

Sesajen: Doa Simbolik dalam Tradisi Jawa

Minggu, 18 Januari 2026 | 01:05 WIB

Menempatkan Politik Secara Proporsional

Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:27 WIB

Merayakan Isra Mi’raj di Tengah Banjir Kendal

Jumat, 16 Januari 2026 | 03:27 WIB

Sarjana Kertas: Gelar Tinggi Empati Rendah, kok bisa?

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB
X