• Selasa, 22 September 2026

Banjir Jadi Kekhawatiran Warga Banyu Urip, Bupati Kendal Siapkan Normalisasi Kali Penut

Photo Author
Irsyad Akil, InspiratifOnline.com
- Sabtu, 19 September 2026 | 11:27 WIB
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menerima dan menyimak aspirasi warga terkait persoalan lingkungan dan normalisasi Kali Penut dalam kegiatan Bersatu Siaga di Desa Banyu Urip, Kecamatan Ngampel. (inspiratifonline.com/dok. Istimewa)
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menerima dan menyimak aspirasi warga terkait persoalan lingkungan dan normalisasi Kali Penut dalam kegiatan Bersatu Siaga di Desa Banyu Urip, Kecamatan Ngampel. (inspiratifonline.com/dok. Istimewa)

KENDAL, inspiratifonline.com — Hujan deras bagi sebagian warga mungkin hanya berarti harus menyiapkan payung.

Namun bagi warga Desa Banyu Urip, Kecamatan Ngampel, Kendal, hujan juga bisa menghadirkan kekhawatiran lain: banjir.

Kondisi Kali Penut yang dinilai perlu mendapat perhatian membuat warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Bersatu Siaga dengan tema “Mandiri Pangan, Lestari Lingkungan, Menuju Desa Sejahtera Berkelanjutan” di Desa Banyu Urip, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Sabet Juara Nasional! Cara Pemprov Jateng Ajak Pelajar Basmi Knalpot Brong dan Tekan Kecelakaan

Seorang warga secara langsung meminta agar Kali Penut dinormalisasi. Menurutnya, wilayah desa mereka sudah cukup sering menghadapi persoalan banjir.

“Desa kami langganan banjir,” ujar warga tersebut.

Harapan itu mendapat respons dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

Ia mengatakan, meski kewenangan utama terkait normalisasi sungai berada di pemerintah provinsi, Pemkab Kendal tetap berupaya mengambil peran karena persoalan tersebut menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat.

“Kewenangan ini sebetulnya kewenangan provinsi, tetapi kami juga tidak bisa menutup mata. Kami mempunyai tanggung jawab,” kata Dyah.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Caplok Saham Whoosh, Kemenkeu Beberkan Nasib Proyek Usai Pergantian Menkeu

Menurutnya, Pemkab Kendal telah menganggarkan kegiatan normalisasi Kali Penut pada tahun ini. Anggaran tersebut dapat digunakan untuk pengerukan sungai.

Sementara untuk penanganan infrastruktur lain, seperti tanggul yang jebol atau membutuhkan perbaikan, Pemkab Kendal akan memperjuangkannya melalui pemerintah provinsi.

“Untuk pengerukan bisa dari APBD Kendal. Tetapi kalau ada usulan, misalnya tanggulnya jebol dan perlu diperbaiki, kami hanya bisa memperjuangkannya ke provinsi,” jelasnya.

Sampah Jangan Jadi Masalah Baru

Selain normalisasi sungai, persoalan sampah menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Pemerintah dan masyarakat dinilai perlu bergerak bersama agar sampah tidak berakhir di sungai dan memperburuk kondisi lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Irsyad Akil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X